Showing posts with label Pediatric. Show all posts
Showing posts with label Pediatric. Show all posts
Thursday, November 8, 2012
Mengenal Hidrosefalus
Saturday, September 29, 2012
Demam Pada Anak
Demam
merupakan salah satu keluhan utama yang paling sering disampaikan orang tua pada
waktu membawa anaknya ke dokter atau ke tempat pelayanan kesehatan. Beragam penyakit memang biasanya dimulai dengan manifestasi berupa demam, terutama penyakit infeksi
pada umumnya, juga dehidrasi, gangguan pusat pengatur panas, keracunan termasuk
oleh obat, proses imun, dan sebagainya. Sebanyak 10-15% anak yang dibawa ke
dokter adalah karena demam. Demam pada umumnya tidak berbahaya tetapi demam
tinggi dapat membahayakan. Penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa 95% ibu
merasa khawatir bila anaknya demam.
Demam
merupakan salah satu gejala yang diperlukan dalam menentukan diagnosis.
Penilaian demam dengan menggunakan termometer masih jarang dilakukan oleh ibu
di rumah. Penelitian di Arab Saudi mendapatkan hanya 24% ibu menggunakan
termometer. Penilaian suhu tubuh yang paling banyak (94%) dilakukan ibu justru dengan
menggunakan perabaan. Hal tersebut menjadi kendala untuk mendapatkan data
yan-g obyektif tentang demam. Tidak semua demam memerlukan antipiretika karena
demam justru merupakan petunjuk bahwa pada anak sedang terjadi proses penyakit.
Friday, September 28, 2012
Deteksi Dini Tuli Kongenital
Tuli Kongenital merupakan
salah satu masalah pada anak yang akan berdampak pada perkembangan bicara,
sosial, kognitif dan akademik. Masalah makin bertambah bila tidak dilakukan
deteksi dan intervensi secara dini. Di negara maju, angka tuli kongenital
berkisar antara 0,1–0,3% kelahiran hidup, sedangkan di Indonesia berdasarkan
survei yang dilakukan Departmen Kesehatan di 7 Provinsi pada tahun 1994–1996
sebesar 0,1%. Tuli kongenital di Indonesia diperkirakan sebanyak 214.100 orang
bila jumlah penduduk sebesar 214.100.000 (PGPKT, 2007). Jumlah ini akan
bertambah setiap tahun dengan adanya pertambahan penduduk akibat tingginya
angka kelahiran sebesar 0,22%. Hal ini tentu saja berdampak pada penyediaan
sarana pendidikan dan lapangan pekerjaan di masa mendatang. WHO memperkirakan
setiap tahun terdapat 38.000 anak tuli lahir hidup di Asia Tenggara. Pertemuan
WHO di Colombo pada tahun 2000 menetapkan tuli kongenital sebagai salah satu
penyebab ketulian yang harus diturunkan prevalensinya (PGPKT, 2007). Pentingnya ASI untuk Anak Anda
Pemberian ASI secara eksklusif saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah,
karena akhir-akhir ini ada tren penurunan pemberian ASI pada bayi. Kampanye
pemerintah untuk ASI eksklusif tentunya didasari oleh bukti-bukti penelitian yang
menunjukan keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Dari penelitian
yang termuat dalam Pediatric Journal 1993, terbukti bahwa menyusui
ekslusif paling tidak empat bulan pertama, dapat mengurangi kemungkinan bayi
terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain diare), infeksi saluran
pernapasan, serta infeksi saluran telinga. Bahkan, beberapa hasil
penelitian terbaru kembali menemukan manfaat baik ASI bagi bayi yaitu : ASI
mampu mencegah gumoh, meningkatkan kesehatan usus bayi dan penemuan terakhir
mendapatkan bahwa ASI mampu mencegah penularan HIV pada bayi. Wednesday, September 26, 2012
Mengenal Demam Tifoid pada Anak
Ada pertanyaan dari salah seorang orang tua pasien yang saya tangani di poli anak, "Dok, anak saya ini sudah panas lebih dari seminggu, sudah saya beri obat anti panas, turun sebentar tapi kemudian naik lagi, kira-kira anak saya ini sakit apa ya dok ?" Well, apabila anda ingin bertanya seperti itu juga jika anak anda demam lebih dari 7 hari, kemungkinan besar penyakit anak anda adalah demam tifoid, tentunya juga harus didukung oleh gejala klinis yang menonjol. Kenapa saya curiga demam tifoid? Bukan rahasia lagi bahwa demam
tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesia. Penyakit ini termasuk penyakit menular yang tercantum dalam
undang-undang nomor 6 tahun 1962 tentang wabah. Surveilans Departemen Kesehatan
RI, frekwensi kejadian demam tifoid di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 9,2 dan
pada tahun 1994 terjadi peningkatan frekwensi menjadi 15,4 per 10.000 penduduk.
Dari survey berbagai rumah sakit di Indonesia dari tahun 1981 sampai dengan 1986
memperlihatkan peningkatan jumlah penderita sekitar 35,8% yaitu dari 19.596
menjadi 26.606 kasus. Tetralogy "Bayi Biru" Fallot
"Bayi Biru, apa itu ?" Istilah ini memang sering diutarakan oleh para orang tua
yang mendapati badan anak nya biru bila menangis atau melakukan aktifitas yang
berat. Keadaan “Bayi Biru” ini dapat disebabkan oleh kelainan jantung bawaan
dengan tipe sianotik, yang kemungkinan besar adalah Tetralogy of Fallot. Karena
sampai saat ini, Tetralogi of Fallot merupakan penyakit jantung bawaan yang
paling sering ditemukan, ditandai dengan sianosis akibat adanya pirau kanan ke
kiri. Tetralogy of fallot timbul pada kurang lebih 3-6 per 10.000 kelahiran dan
menempati angka 5-7% dari kelainan jantung akibat congenital.
Monday, September 24, 2012
Mengenal Tuberkulosis pada Anak
Sampai saat ini, TBC masih menjadi momok bagi negara-negara yang berada di iklim tropis, terutama Indonesia. Survei
prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan
bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 - 0,65%. Sedangkan
menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun
2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256
kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru.
Perkiraan prevalensi, insidensi dan kematian akibat TBC dilakukan berdasarkan
analisis dari semua data yang tersedia, seperti pelaporan kasus, prevalensi
infeksi dan penyakit, lama waktu sakit, proporsi kasus BTA positif, jumlah
pasien yang mendapat pengobatan dan yang tidak mendapat pengobatan, prevalensi
dan insidens HIV, angka kematian dan demografi.
Penyebab
tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Ada 2 macam mycobacteria yang menyebabkan
penyakit tuberculosis, yaitu tipe human
(berada dalam bercak ludah dan droplet) dan tipe bovine yang berada dalam susu sapi.
Deteksi Cepat Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Anda

There's a tiny world inside my bones.Before they came, this little world,
I learned of it one day,
When some bullies came to visit
And decided they would stay.
Was happy as could be,
With platelet cells and red blood cells
And white ones having tea.
These little cells inside my bones
Grew up and worked each day.
They traveled in my blood stream,
Making sure I felt OK.
Sunday, September 23, 2012
Apa itu ensefalitis? Berbahayakah?
Well, sampai saat ini, ensefalitis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat diremehkan. Menurut apa yang saya baca, penyakit ensefalitis ini atau yang biasanya disebut dengan radang otak, merupakan salah satu penyakit dengan gejala yang khas pada anak-anak, yaitu demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Ensefalitis ini dapat disebabkan antara lain oleh virus, bakteri, jamur, ricketsia (masuk melalui gigitan kutu), dan parasit. Kelimanya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :