Friday, January 1, 2016

Mengenal Jenis-Jenis Jahitan

Leave a Comment
JENIS JAHITAN


Jahitan Luka
Keterangan gambar. A. Jahitan simpul tunggal, B, Matras vertikal, C. Matras horizontal, D. Subkutikuler kontinyu, E. Matras horizontal half burried, F. Continous over and over



1. Jahitan Simpul Tunggal
Nama Lain : Jahitan Terputus Sederhana, Simple Inerrupted Suture
Merupakan jenis jahitan yang sering dipakai. digunakan juga untuk jahitan situasi.
Teknik : – Melakukan penusukan jarum dengan jarak antara setengah sampai 1 cm ditepi luka dan sekaligus mengambil jaringan subkutannya sekalian dengan menusukkan jarum secara tegak lurus pada atau searah garis luka.
2. Jahitan Matras Vertikal
Nama Lain : Vertical Mattress suture, Donati, Near to near and far to far
Jahitan dengan menjahit secara mendalam dibawah luka kemudian dilanjutkan dengan menjahit tepi-tepi luka. Biasanya menghasilkan penyembuhan luka yang cepat karena di dekatkannya tepi-tepi luka oleh jahitan ini.
Tujuan dari jahitan ini adalah untuk menyatukan sebanyak mungkin tepi luka. Jangan digunakan di tepi yang tegang.
3. Jahitan matras Horizontal
Nama Lain : Horizontal Mattress suture, Interrupted mattress
Jahitan dengan melakukan penusukan seperti simpul, sebelum disimpul dilanjutkan dengan penusukan sejajar sejauh 1 cm dari tusukan pertama.
Memberikan hasil jahitan yang kuat.
4. Jahitan Matras Setengah Terbenam
Nama Lain : Half Burried Mattress Suture, Matras Modifikasi
Modifikasi dari matras horizontal tetapi menjahit daerah luka seberangnya pada daerah subkutannya.
Dilakukan bila menginginkan bekas luka di salah satu sisi saja
5. Jahitan Jelujur sederhana
Nama Lain : Simple running suture, Simple continous, Continous over and over
Jahitan ini sangat sederhana, sama dengan kita menjelujur baju. Biasanya menghasilkan hasil kosmetik yang baik, tidak disarankan penggunaannya pada jaringan ikat yang longgar.
6. Jahitan Jelujur Feston
Nama Lain : Running locked suture, Interlocking suture
Jahitan kontinyu dengan mengaitkan benang pada jahitan sebelumnya, biasa sering dipakai pada jahitan peritoneum. Merupakan variasi jahitan jelujur biasa.
7. Jahitan Jelujur horizontal
Nama Lain : Running Horizontal suture
Jahitan kontinyu yang diselingi dengan jahitan arah horizontal.
8. Jahitan Simpul Intrakutan
Nama Lain: Subcutaneus Interupted suture, Intradermal burried suture, Interrupted dermal stitch.
Jahitan simpul pada daerah intrakutan, biasanya dipakai untuk menjahit area yang dalam kemudian pada bagian luarnya dijahit pula dengan simpul sederhana.
9. Jahitan Jelujur Subkutikuler
Nama Lain : Running subcuticular suture, Jahitan jelujur subkutikular
Jahitan jelujur yang dilakukan dibawah kulit, jahitan ini terkenal menghasilkan kosmetik yang baik. Memakai benang yang absorbeble. Tidak perlu mengangkat jahitan.


PENGANGKATAN JAHITAN
  Adalah proses pengambilan benang pada luka. Jangka waktunya berdasarkan lokasi dan hari tindakan:
·       Wajah atau leher hari ke-5
·        Perut hari ke7-10
·       Telapak tangan 10
·       Jari tangan hari ke 10
·       Tungkai atas hari ke 10
·       Tungkai bawah 10-14
·       Dada hari ke 7
·       Punggung hari ke 10-14
Read More...

Thursday, December 31, 2015

Bibir Sumbing, Cleft Lip Palate

Leave a Comment
Di masyarakat, khususnya daerah pedesaan, masih banyak orang yang mengabaikan bibir sumbing. Bahkan ada yang memiliki anak atau kelarga dengan bibir sumbing yang dibiarkan begitu saja sampai dewasa tanpa pernah memeriksakannya ke dokter. Hal ini disebabkan karena masih banyak yang menganggap bibir sumbing suatu aib atau kutukan, dan juga kurangnya informasi tentang bibir sumbing yang mereka dapatkan. 
Sebenarnya apa sih bibir sumbing atau Cleft Lip and Palate (CLP) itu? Cleft Lip and Palate (CLP) merupakan suatu kelainan atau cacat bawaan dari lahir yang berupa celah pada bibir, gusi dan langit-langit. Pada orang awam biasa disebut bibir sumbing, walaupun terkadang celahnya bukan hanya pada bibir saja tetapi juga didapatkan pada gusi dan langit-langit.
Kelainan ini dapat terjadi karena adanya gangguan pada kehamilan trimester pertama yang mengakibatkan terganggunya proses tumbuh kembang janin. Ada beberapa faktor yang diduga dapat mengakibatkan kelainan ini, antara lain adalah obat-obatan, infeksi virus, truma, radiasi, kekurangan nutrisi serta stres pada masa kehamilan. Selain itu faktor genetik atau keturunan juga dianggap memegang peranan penting.
Ada banyak masalah yang dihadapi pada penderita bibir sumbing (CLP) yang mulai muncul sejak lahir. Hal pertama tentu saja derita psikis yang dialami orang tuadan keluarga yang kelak juga akan dialami oleh penderita setelah menyadari dirinya berbeda dengan yang lain. Banyak diantara orang tua yang akhirnya putus asa sampai depresi karena hal ini. Mereka menganggap hal ini sebagai aib dan akhirnya malu untuk menunjukkan anaknya dan pergi ke dokter.
Bagi anda yang memiliki anak atau keluarga yang lahir dengan CLP, janganlah putus asa. Karena sebenarnya CLP bisa diatasi sehingga secara fisik maupun fungsi dapat diperbaiki hingga mendekati normal. Tetapi itu semua perlu kesabaran dan ketelatenan terutama bagi orang tua, karena terapi CLP tidak bisa instan dan terdiri dari tahapan-tahapan terapi yang nantinya akan melibatkan berbagai bidang seperti dokter spesialis bedah plastik, THT, dokter gigi spesialis orthodonti, speech terapi dan lain-lain. Berikut ini akan saya uraikan garis besar langkah-langkah penatalaksanaan CLP agar anda mendapat bayangan langkah apa yang harus dilakukan.
Saat bayi baru lahir, secara fisik adanya celah akan membuat kesukaran minum karena daya hisap yang kurang dan tumpah atau bocor ke hidung. Karena itu pemberian nutrisi pada anak sebaiknya dilakukan pada posisi anak tegak, dengan menggunakan sendok atau dengan dot yang lubangnya besar dan arahnya ke bawah. Selain itu disarankan anak tidurnya miring ke arah celah dengan tujuan untuk mempersempit celah.
Operasi pertama yaitu operasi bibir dan hidung (cheiloraphy) dilaksanakan bila anak sudah menginjak usia minimal 10 minggu atau 3 bulan, berat lebih dari 10 pound atau 5 kg, dan hemoglobin lebih dari 10gr%. Pada usia 10-12 bulan dilaksanakan operasi langit-langit (phalatoraphy), karena pada usia ini anak mulai belajar bicara. Evaluasi bicara difollow up oleh speech teraphist mulai 3 bulan pasca operasi pada usia 1-4 tahun. Pada usia 4 tahun dievaluasi kembali, bila masih terdapat sengau saat berbicara maka dipertimbangkan untuk dilakukan operasi langit-langit ulang.
Pada usia 6-8 tahun dilakukan perbaikan lengkung gigi dan gusi oleh ahli orthodonti sebagai persiapan tindakan alveolar bone graft, yaitu operasi "menyisipkan" tulang pada celah gusi, yang nantinya akan dilaksanakan pada usia 9-10 tahun oleh Spesialis Bedah Plastik. Pada usia 12-13 tahun dilakukan final touch atau perbaikan-perbaikan untuk operasi-operasi yang pernah dilakukan, bila masih ada kekurangan. Evaluasi tulang-tulang muka dilakukan pada usia 17 tahun dimana tulang-tulang muka telah berhenti pertumbuhannya. Bila didapatkan kelainan muka cekung maka dapat dilakukan operasi advancement osteotomi Le Fort I.
Penanganan kecacatan pada celah bibir dan langit-langit memang tidak sederhana dan melibatkan berbagai unsur. Hal yang paling penting disini adalah kesabaran dan ketelatenan dari orang tua maupun pasien sendiri. Memang penanganannya membutuhkan waktu yang lama dan proses yang panjang, tetapi bila sudah melalui langkah-langkah yang benar dan tidak terlambat, maka bukan hanya secara fisik dan fungsi yang membaik, tetapi juga peningkatan dari segi psikologis dan mutu hidup pasien. Bila anda memiliki anak atau keluarga yang menderita CLP, tidak perlu ragu atau malu, segeralah dibawa untuk berkonsultasi kepada dokter atau spesialis bedah plastik untuk merencanakan tahapan-tahapan penanganannya. Semakin dini penanganannya akan semakin baik hasilnya.
Read More...

Wednesday, December 23, 2015

Sejarah Bedah Plastik

Leave a Comment
Sejarah Bedah Plastik di Dunia
            Kata plastik berasal dari bahasa yunani “Plasticos” yang artinya “to mold” atau “membentuk”. Jadi bedah plastik merupakan ranah disiplin kedokteran bedah yang memanfaatkan potensi sifat-sifat fleksibiitas jaringan (1) untuk tujuan memperbaiki kecacatan fisik dan fungsi anggota tubuh (rekonstruksi), (2) dan untuk tujuan menyempurnakan bentuk anggota tubuh yang secara fisik normal dan sehat menjadi lebih indah (estetik).
            Bedah plastik sudah dikenal sejak ±800 SM di India yang telah mulai merekonstruksi hidung dan telinga yang rusak. Metode itu dibuat oleh seorang ahli bedah, yang dikenal sebagai bapak operasi bedah India, Sushruta. Dia memakai cheek tisue untuk “menambal” nasal tips dan daun telinga.
            Selain itu di Persia, seorang dokter terkenal bernama Rhazes memperkenalkan pemakaian usus hewan untuk ligatures pada ±900M. Tetapi sebenarnya ha itu sudah pernah dipakai sebelumnya oleh bangsa Roma bernama Celcus, bukan dokter, yang berbicara tentang rekonstruksi di 8 buku tulisannya.
Read More...

Thursday, November 8, 2012

Mengenal Hidrosefalus

9 comments


Hidrosefalus merupakan penumpukan cairan serebrospinal (CSS) secara aktif yang menyebabkan dilatasi sistem ventrikel otak dimana terjadi akumulasi CSS yang berlebihan pada satu atau lebih ventrikel atau ruang subarachnoid. Keadaan ini disebabkan oleh karena terdapat ketidak seimbangan antara produksi dan absorpsi dari CSS. Secara keseluruhan, Insidensi hidrosefalus antara 0,2-4 setiap 1000 kelahiran. Insidensi hidrosefalus kongenital adalah 0,5-1,8 pada tiap 1000 kelahiran dan 11%-43% disebabkan oleh stenosis aqueductus serebri. Tidak ada perbedaan bermakna insidensi untuk kedua jenis kelamin, juga dalam hal perbedaan ras. Hidrosefalus dapat terjadi pada semua umur. Pada remaja dan dewasa lebih sering disebabkan oleh toksoplasmosis. Hidrosefalus infantil; 46% adalah akibat abnormalitas perkembangan otak, 50% karena perdarahan subaraknoid dan meningitis, dan kurang dari 4% akibat tumor fossa posterior. Secara internasional, insiden hidrosefalus yang didapat juga tidak diketahui jumlahnya. Sekitar 100.000 shunt yang tertanam setiap tahun di negara maju, tetapi informasi untuk negara-negara lain masih sedikit.

Read More...

Saturday, September 29, 2012

Demam Pada Anak

Leave a Comment

Demam merupakan salah satu keluhan utama yang paling sering disampaikan orang tua pada waktu membawa anaknya ke dokter atau ke tempat pelayanan kesehatan. Beragam penyakit memang biasanya dimulai dengan manifestasi berupa demam, terutama penyakit infeksi pada umumnya, juga dehidrasi, gangguan pusat pengatur panas, keracunan termasuk oleh obat, proses imun, dan sebagainya. Sebanyak 10-15% anak yang dibawa ke dokter adalah karena demam. Demam pada umumnya tidak berbahaya tetapi demam tinggi dapat membahayakan. Penelitian di luar negeri menunjukkan bahwa 95% ibu merasa khawatir bila anaknya demam.
Demam merupakan salah satu gejala yang diperlukan dalam menentukan diagnosis. Penilaian demam dengan menggunakan termometer masih jarang dilakukan oleh ibu di rumah. Penelitian di Arab Saudi mendapatkan hanya 24% ibu menggunakan termometer. Penilaian suhu tubuh yang paling banyak (94%) dilakukan ibu justru dengan menggunakan perabaan. Hal tersebut menjadi kendala untuk mendapatkan data yan-g obyektif tentang demam. Tidak semua demam memerlukan antipiretika karena demam justru merupakan petunjuk bahwa pada anak sedang terjadi proses penyakit.

Read More...

Friday, September 28, 2012

Deteksi Dini Tuli Kongenital

Leave a Comment

Tuli Kongenital merupakan salah satu masalah pada anak yang akan berdampak pada perkembangan bicara, sosial, kognitif dan akademik. Masalah makin bertambah bila tidak dilakukan deteksi dan intervensi secara dini. Di negara maju, angka tuli kongenital berkisar antara 0,1–0,3% kelahiran hidup, sedangkan di Indonesia berdasarkan survei yang dilakukan Departmen Kesehatan di 7 Provinsi pada tahun 1994–1996 sebesar 0,1%. Tuli kongenital di Indonesia diperkirakan sebanyak 214.100 orang bila jumlah penduduk sebesar 214.100.000 (PGPKT, 2007). Jumlah ini akan bertambah setiap tahun dengan adanya pertambahan penduduk akibat tingginya angka kelahiran sebesar 0,22%. Hal ini tentu saja berdampak pada penyediaan sarana pendidikan dan lapangan pekerjaan di masa mendatang. WHO memperkirakan setiap tahun terdapat 38.000 anak tuli lahir hidup di Asia Tenggara. Pertemuan WHO di Colombo pada tahun 2000 menetapkan tuli kongenital sebagai salah satu penyebab ketulian yang harus diturunkan prevalensinya (PGPKT, 2007).
Read More...

Pentingnya ASI untuk Anak Anda

Leave a Comment

Pemberian ASI secara eksklusif saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah, karena akhir-akhir ini ada tren penurunan pemberian ASI pada bayi. Kampanye pemerintah untuk ASI eksklusif tentunya didasari oleh bukti-bukti penelitian yang menunjukan keunggulan ASI dibandingkan dengan susu formula. Dari penelitian yang termuat dalam Pediatric Journal 1993, terbukti bahwa menyusui ekslusif paling tidak empat bulan pertama, dapat mengurangi kemungkinan bayi terkena infeksi saluran pencernaan (antara lain diare), infeksi saluran pernapasan, serta infeksi saluran telinga. Bahkan, beberapa hasil penelitian terbaru kembali menemukan manfaat baik ASI bagi bayi yaitu : ASI mampu mencegah gumoh, meningkatkan kesehatan usus bayi dan penemuan terakhir mendapatkan bahwa ASI mampu mencegah penularan HIV pada bayi.    

Read More...

Wednesday, September 26, 2012

Mengenal Demam Tifoid pada Anak

2 comments

Ada pertanyaan dari salah seorang orang tua pasien yang saya tangani di poli anak, "Dok, anak saya ini sudah panas lebih dari seminggu, sudah saya beri obat anti panas, turun sebentar tapi kemudian naik lagi, kira-kira anak saya ini sakit apa ya dok ?" Well, apabila anda ingin bertanya seperti itu juga jika anak anda demam lebih dari 7 hari, kemungkinan besar  penyakit anak anda adalah demam tifoid, tentunya juga harus didukung oleh gejala klinis yang menonjol. Kenapa saya curiga demam tifoid? Bukan rahasia lagi bahwa demam tifoid merupakan penyakit endemik di Indonesia. Penyakit ini termasuk  penyakit menular yang tercantum dalam undang-undang nomor 6 tahun 1962 tentang wabah. Surveilans Departemen Kesehatan RI, frekwensi kejadian demam tifoid di Indonesia pada tahun 1990 sebesar 9,2 dan pada tahun 1994 terjadi peningkatan frekwensi menjadi 15,4 per 10.000 penduduk. Dari survey berbagai rumah sakit di Indonesia dari tahun 1981 sampai dengan 1986 memperlihatkan peningkatan jumlah penderita sekitar 35,8% yaitu dari 19.596 menjadi 26.606 kasus. 
Read More...

Tetralogy "Bayi Biru" Fallot

Leave a Comment
"Bayi Biru, apa itu ?" Istilah ini memang sering diutarakan oleh para orang tua yang mendapati badan anak nya biru bila menangis atau melakukan aktifitas yang berat. Keadaan “Bayi Biru” ini dapat disebabkan oleh kelainan jantung bawaan dengan tipe sianotik, yang kemungkinan besar adalah Tetralogy of Fallot. Karena  sampai saat ini, Tetralogi of Fallot merupakan penyakit jantung bawaan yang paling sering ditemukan, ditandai dengan sianosis akibat adanya pirau kanan ke kiri. Tetralogy of fallot timbul pada kurang lebih 3-6 per 10.000 kelahiran dan menempati angka 5-7% dari kelainan jantung akibat congenital.
Read More...

Tuesday, September 25, 2012

Kenali Katarak sejak Dini

Leave a Comment

Pernahkah anda melihat orang dengan bagian tengah matanya putih seperti susu ? Jika ya, itulah gambaran penyakit yang disebut dengan katarak. Katarak merupakan keadaan lensa yang berada di dalam mata yang semula jernih, berubah menjadi keruh sehingga menghambat masuknya sinar dan penglihatan menjadi kabur, tergantung derajat kepadatan/densitas katarak tersebut. Katarak bukanlah tumor, hanya merupakan bagian dari proses penuaan ‘ageing process’ saat terjadi perubahan pada crystalline lensa pada usia lanjut (biasanya di atas 60 tahun). Beberapa variasi katarak yang perlu kita ketahui:
Read More...

Monday, September 24, 2012

Mengenal Tuberkulosis pada Anak

Leave a Comment
Sampai saat ini, TBC masih menjadi momok bagi negara-negara yang berada di iklim tropis, terutama Indonesia. Survei prevalensi TBC yang dilakukan di enam propinsi pada tahun 1983-1993 menunjukkan bahwa prevalensi TBC di Indonesia berkisar antara 0,2 - 0,65%. Sedangkan menurut laporan Penanggulangan TBC Global yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, angka insidensi TBC pada tahun 2002 mencapai 555.000 kasus (256 kasus/100.000 penduduk), dan 46% diantaranya diperkirakan merupakan kasus baru. Perkiraan prevalensi, insidensi dan kematian akibat TBC dilakukan berdasarkan analisis dari semua data yang tersedia, seperti pelaporan kasus, prevalensi infeksi dan penyakit, lama waktu sakit, proporsi kasus BTA positif, jumlah pasien yang mendapat pengobatan dan yang tidak mendapat pengobatan, prevalensi dan insidens HIV, angka kematian dan demografi.

Penyebab tuberkulosis adalah Mycobacterium tuberculosis. Ada 2 macam mycobacteria yang menyebabkan penyakit tuberculosis, yaitu tipe human (berada dalam bercak ludah dan droplet) dan tipe bovine yang berada dalam susu sapi.
Read More...

Deteksi Cepat Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Anda

Leave a Comment





There's a tiny world inside my bones.
I learned of it one day,
When some bullies came to visit
And decided  they would stay.
Before they came, this little world,
Was happy as could be,
With platelet cells and red blood cells
And white ones having tea.
These little cells inside my bones
Grew up and worked each day.
They traveled in my blood stream,
Making sure I felt OK.

Read More...

Radang Paru? Pneumonia kah?

Leave a Comment


YA. Pneumonia, atau yang dalam bahasa awamnya biasa disebut paru-paru basah atau radang paru, merupakan keradangan parenkim paru di mana asinus terisi dengan cairan radang, dengan atau tanpa disertai infiltrasi dari sel radang ke dalam interstitium. Secara klinis pneumonia didefinisikan sebagai suatu peradangan paru yang disebabkan oleh mikroorganisme (bakteri, virus, jamur, parasit). Pneumonia yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis tidak termasuk. Sedangkan keradangan paru yang disebabkan oleh penyebab non-infeksi (bahan kimia, radiasi, obat-obatan dan lain-lain) disebut pneumonitis.
Pneumonia dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yaitu:
  • Pneumonia atipical : mycoplasma, legionella, dan chlamydia
  • Pneumonia virus
  • Pneumonia jamur, sering merupakan infeksi sekunder. Predileksi terutama pada penderita dengan daya tahan lemah (immunocompromised)
  • Pneumonia bakterial / tipikal :  staphylococcus,  streptococcus,  Hemofilus influenza, dll.

Read More...

Cara Diagnosis Awal Kanker Payudara Bagi Dokter Umum

Leave a Comment

 Kanker, seperti yang kita ketahui kanker adalah salah satu penyakit yang banyak menimbulkan kesengsaraan dan kematian pada manusia. Di Indonesia diperkirakan terdapat 100 penderita kanker baru untuk setiap 100.000 penduduk per tahunnya. Prevalensi penderita kanker meningkat dari tahun ke tahun akibat peningkatan angka harapan hidup, sosial ekonomi, serta perubahan pola penyakit (Tjindarbumi, 1995). Menurut hasil  Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 1992, kanker menduduki urutan ke-9 dari 10 penyakit terbesar penyebab utama kematian di Indonesia. Angka proporsi penyakit kanker di Indonesia cenderung meningkat dari 3,4 (SKRT 1980) menjadi 4,3 (SKRT 1986), 4,4  (SKRT 1992), dan 5,0 (SKRT 1995). Data Profil Kesehatan RI 1995 menunjukkan bahwa proporsi kanker yang dirawat inap di rumah sakit di Indonesia mengalami peningkatan dari 4,0% menjadi 4,1%. Selain itu, peningkatan proporsi penderita yang dirawat inap juga terjadi peningkatan di rumah sakit DKI Jakarta pada 1993 dan 1994, dari 4,5% menjadi 4,6%.

Read More...

Cara Menangani Serangan Stroke Secara Mandiri.

Leave a Comment

Pasti anda sudah tidak asing lagi dengan penyakit yang bernama stroke. Penyakit ini sering sekali terjadi pada orang usia tua, tetapi pada zaman sekarang, orang usia muda pun dapat terkena stroke. Pada kesempatan ini saya akan sedikit berbagi mengenai kuliah yang saya dapatkan tadi siang. Kuliah saya  siang tadi menceritakan tentang penanganan pertama pasien stroke di praktek pribadi. Sejujurnya tidak banyak yang dapat kita lakukan dengan keterbatasan peralatan dan obat-obatan di praktek pribadi. Namun justru karena keterbatasan inilah maka kita harus mampu melakukan apa yang bisa dilakukan secara maksimal demi kebaikan pasien.

Langsung saja. Inilah rambu-rambu penanganan pasien stroke di praktek pribadi:
Read More...

Sunday, September 23, 2012

Apa itu ensefalitis? Berbahayakah?

Leave a Comment


Well, sampai saat ini, ensefalitis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat diremehkan. Menurut apa yang saya baca, penyakit ensefalitis ini atau yang biasanya disebut dengan radang otak, merupakan salah satu penyakit dengan gejala yang khas pada anak-anak, yaitu demam, kejang, dan penurunan kesadaran. Ensefalitis ini dapat disebabkan antara lain oleh virus, bakteri, jamur, ricketsia (masuk melalui gigitan kutu), dan parasit. Kelimanya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Read More...

1st post page ^^

Leave a Comment
Alhamdulillah, setelah sekian lama sudah tidak menulis blog lagi gara-gara blog yang lama terhapus secara tidak sengaja, sekarang saya berusaha mencoba membuat blog lagi,.. Semoga isi blog ini bermanfaat bagi kita semua,.. :)
Read More...


.